Mentally Tired

Mentally tired, begitu kondisi saya saat ini. Sudah cukup lelah rasanya setiap kali melihat berita, isinya tentang bencana alam yg menimpa negeri tercinta ini.
Twitter, yang dulunya menjadi tempat hiburan disaat seperti ini, malah penuh oleh tweet yang justru menambah kelelahan mental. Fakta2 mengenai bencana alam justru tenggelam oleh analisa tentang dosa bangsa ini. Mulai dari kemaksiatan, hingga kasus korupsi yg menyebabkan murka Sang ﹑Pencipta
Warga Jakarta, disaat banjir parah, seakan menemukan hiburan dengan melampiaskan
Kekesalan pada anak mantan gubernur yg dituding menyebabkan banjir ini. Alasannya? Karena tweet keluhan manja anak ini soal kemacetan Jakarta.
Masih belum puas, tweet penuh caci maki pun keluar, mulai dr anggota dpr yang tetap sibuk plesir, soal mentri yang mengeluarkan statement sembarangan, caci maki yang tidak membangun
Saya bisa menerima 1-2 tweet negatif atau yang cenderung memojokkan. Sayapun tidak setuju dengan plesir anggota dewan, analisa soal agama, ataupun pernyataan2 para mentri yang bodoh. Tapi lantas, apakah seluruh bangsa ini harus ikut sakit jiwa?
Saya memutuskan untuk beristirahat, paling tidak, hingga twitter kembali menjadi tempat hiburan dikala macet atau suntuk. Semoga tidak lama lagi

Advertisements
1 comment
  1. I deleted my tweeter account earlier this year.
    I’m happy in my own world as it is. It is peaceful here. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: