In Memoriam: Chiki (Sep 1998 – 19 Aug 2011)

Bulan September 1998, ketika anjingnya melahirkan 3 anak, tetangga kami menawarkan untuk mengadopsi salah satunya. “Mau nggak piara anjing?”. Ketika berusia kurang lebih 2 minggu, seekor anak anjing hitam yang lebih mirip tikus resmi menjadi anggota keluarga kami. Kami memutuskan untuk tidak mengubah nama yang diberikan oleh tetangga kami: Chiki.

Chiki pun menjadi favorit keluarga kami. Dia tidak pernah buang air kecil maupun besar di dalam atau di halaman rumah. Pernah di suatu malam, dia sangat ribut menggedor pintu. Chiki sangat ahli dalam hal menggedor pintu dengan kaki depannya. Ketika kami tidak membuka pintu, dia akan mendatangi salah satu dari kami, sambil “mencolek” dengan salah satu kaki depannya. Ketika pintu dibuka, dia langsung lari dan buang air besar, lalu kembali pulang. Rupanya dia sakit perut.

Kepintaran Chiki yang diatas rata-rata anjing juga terlihat dari kemampuannya untuk mengenali orang. Seperti kebanyakan anjing, Chiki akan menyalak garang ketika ada tamu. Tapi, ketika kami datang membukakan pintu, dan ketika tamu sudah masuk ke dalam rumah, Chiki akan kembali diam. Untuk beberapa orang yang cukup sering datang, seperti murid les keluarga kami, Chiki bahkan tidak menyalak. Cukup sering murid2 yang sudah lama bisa masuk ke dalam rumah, tanpa kami mendengar Chiki menyalak.

Mainan favorit Chiki adalah Bola Tenis. Setiap kali kami atau orang2 yang sudah sering datang memainkan bola tenis, Chiki pasti akan segera datang dan mengejar bola tenis tersebut. Kalau sudah tertangkap, jangan harap bisa mengambil bola tersebut, karena akan dijaga dengan geraman dan pamer taring. Setelah melahirkan 4 anak anjing, Chiki pun tidak terlalu berminat lagi dengan permainan bola tenis ini.

Kepintaran Chiki yang lain adalah dalam hal berburu kecoa, cicak dan tikus. Coba saja sebut kata “Kecoa”, “Cicak” atau “Tikus”, Chiki akan langsung melompat dari tidurnya, datang, dan melihat ke arah yang ditunjuk. Sukses mendapatkan buruannya, Chiki akan duduk disampingnya, menjaga hasil buruannya dengan, lagi-lagi, geraman dan pamer taring.

Ada 2 aktifitas favorit Chiki: Berjemur dan duduk diatas meja di teras rumah. Dengan warna bulu-nya yang hitam gelap, badannya akan sangat panas dalam waktu singkat. Kalau merasa sudah cukup, Chiki akan pindah, melompat ke atas meja teras, dan duduk disana, mengamati orang lalu lalang.

Di beberapa bulan terakhir, waktu akhirnya mulai mengalahkan Chiki. Chiki tidak selincah dulu, dan perlahan-lahan kehilangan pendengaran, dan penglihatan seiring bertambahnya usia. Chiki juga sepertinya sering mengalami halusinasi, terutama di malam hari. Sering dia menggedor pintu kamar untuk masuk, dan 5 menit kemundian menggedor untuk keluar.

Dan di hari terakhirnya, Chiki seperti kembali mendapatkan kesadarannya. Perlahan-lahan, dia berjalan keluar rumah menuju pintu pagar untuk pergi. Karena pagar di kunci, dia akhirnya berbaring di dekat pagar, dan tidur untuk selama-lamanya. Di akhir usianya, Chiki masih seekor anjing pintar yang tidak pernah mau menyusahkan kami sekeluarga.

“Selamat jalan Chiki, you’ve completed the circle of life. You were born, give birth and finally, complete the mission in this world. You will always be in the hart of our family”

Chiki (Sep 1998 - 19 Aug 2011) Photographed in 29 June 2003


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: