Archive

A Family Live

Beberapa minggu sebelum kelahiran Baby Ethan, kami menghadiri beberapa kelas laktasi. Tujuan kami cuma 1: Kami ingin memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan untuk Baby Ethan. Agak kaget dan bingung juga, soalnya menyusui itu harusnya alami, yang dilakukan oleh seluruh mamalia dalam rantai evolusi kita. Tapi ya, memang kenyataanya begitu, kalau mendengra cerita konsultan dan sesama peserta yang anaknya sudah lahir.

Dari semua masalah, ada 2 hal yang menurut saya menarik: soal susu formula dan soal penggunaan artificial nipple, atau yang lebih populer dengan dot. Berikut pandangan saya mengenai kedua hal tersebut setelah Baby Ethan berusia 2 minggu.

Tentang Susu Formula

Melihat iklan-iklan susu formula sungguh sangat meyakinkan. “Dipekaya oleh DHA, ARA, gizi seimbang”, kurang lebih begitu. Siapa sih yang nggak ingin anaknya sehat dengan memberikan gizi seimbang?

Lalu, kenapa kami masih bersikeras dengan ASI? Pertanyaan saya cuma 1: Kita ini anak manusia atau anak sapi? Anak saya sih anak manusia, jadi dia minum susu manusia, bukan susu sapi.

Kembali ke kelas Laktasi yang kami ikuti, beberapa memang sangat keras anti dengan susu formula. Sebegitu kerasnya sampai saya pun mulai berpikir: Apakah memang susu formula segitu buruknya? Kalau memang buruk, kenapa tidak dihentikan sajah penjualannya oleh pemerintah?

Jawabannya saya temukan setelah Baby Ethan berusia 5 hari. Baby Ethan lahir dengan Hypoglycemia, kondisi dimana gula darah terlalu rendah akibat produksi insulin yang terlalu tinggi. Hal ini akan menghilang seiring perkembangan bayi, namun untuk menjaga agar gula darah tidak terlalu rendah dan menyebabkan kerusakan syaraf, Bayi Ethan harus minum lebih banyak. Karena produksi ASI masih baru mulai, dan daripada memberikan sirup gula yang notabene tidak ada gizi-nya, maka kami pun memberikan susu formula kepada Bayi Ethan.

Hingga saat ini, hanya sekali itu Baby Ethan pernah mencicipi susu formula. Dan untuk kami, susu formula menyelamatkan Baby Ethan. Apabila susu formula dilarang di produksi, mungkin Baby Ethan sudah tidak ada dalam gendongan kami sampai hari ini.

Susu formula bukanlah sesuatu yang jelek. Namun susu formula BUKAN pengganti ASI. Susu formula harus dilihat sebagai suplemen apabila dibutuhkan. Hal ini menjadi salah apabila Susu Formula dilihat sebagai pengganti ASI untuk menyediakan gizi yang lebih lengkap kepada bayi.

Tentang Dot

Hal kedua yang tabu dalam kelas laktasi yang kami ikuti adalah dot, empeng, dan sejenisnya. Alasannya sangat masuk akal: Dot, sebagaimanapun canggihnya, sangat berbeda dalam hal pengeluaran susu. Secara panjang lebar dijelaskan di sini.

Namun lagi-lagi, dot adalah penemuan untuk memudahkan kita, yang tidak perlu ditabukan. Yang harus dihindari adalah pemikiran bahwa dot ini bisa menggantikan puting, atau bahkan lebih baik dari puting.

Baby Ethan dilahirkan melalui operasi cesar karena alasan medis. Pasca operasi, sang ibu harus berkutat dengan masalah pemulihan operasi, dan memenuhi kebutuhan Baby Ethan yang perlu disusui lebih sering dari bayi-bayi biasanya karena masalah hypoglycemia yang sudah saya tulis di atas. Rasanya si ibu akan stress dengan hal-hal ini, dan stress bisa menghambat produksi ASI. Sebelum lingkaran setan ini terjadi, kita harus berbuat sesuatu.

Salah satu bantuan dari keluarga adalah untuk memberikan susu ASI Perah ke Baby Ethan. Tapi cara yang terbaik menggunakan sendok atau feeding cup tidak dikuasai semua orang. Bahkan orang tua kami berkata: “Mana bisa bayi baru lahir minum dari gelas atau sendok”

Masalah kedua adalah waktu. Memberikan 50cc  ASI melalui sendok atau feeding cup makan waktu hampir 1 jam, sedangkan dengan dot hanya kurang lebih 5-10 menit. Hidup di Jakarta, dimana waktu adalah segalanya, kadang membuat cup feeding atau sendok menjadi kurang efisien.

Pada akhirnya, kami kembali pada tujuan bahwa, yang penting Baby Ethan mendapatkan ASI. Apabila waktu lagi panjang, seperti pada akhir pekan atau di malam hari, saya dengan sabar memberikan ASI Perah dengan feeding cup. Tapi di pagi hari, ketika ibu terlalu lelah karena Baby Ethan rewel sepanjang malam, terkadang saya menggunakan dot.

Kami melihat dot bukanlah sesuatu yang tabu, atau sebagai pengganti puting, tapi alat bantu disaat kami sedang dikejar waktu. Di lain waktu? Baby Ethan tetap menyusui dari si ibu.

Setiap bayi, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan atau lebih, merupakan individu yang unik. Tidak ada suatu metode pun yang bisa diterapkan pada bayi. Dan setiap keluarga yang baru memiliki bayi akan memiliki masalah sendiri. Pada akhirnya toh, kita menginginkan anak yang sehat, entah menggunakan campuran susu formula, atau menggunakan dot.

Advertisements

Bulan September 1998, ketika anjingnya melahirkan 3 anak, tetangga kami menawarkan untuk mengadopsi salah satunya. “Mau nggak piara anjing?”. Ketika berusia kurang lebih 2 minggu, seekor anak anjing hitam yang lebih mirip tikus resmi menjadi anggota keluarga kami. Kami memutuskan untuk tidak mengubah nama yang diberikan oleh tetangga kami: Chiki.

Chiki pun menjadi favorit keluarga kami. Dia tidak pernah buang air kecil maupun besar di dalam atau di halaman rumah. Pernah di suatu malam, dia sangat ribut menggedor pintu. Chiki sangat ahli dalam hal menggedor pintu dengan kaki depannya. Ketika kami tidak membuka pintu, dia akan mendatangi salah satu dari kami, sambil “mencolek” dengan salah satu kaki depannya. Ketika pintu dibuka, dia langsung lari dan buang air besar, lalu kembali pulang. Rupanya dia sakit perut.

Kepintaran Chiki yang diatas rata-rata anjing juga terlihat dari kemampuannya untuk mengenali orang. Seperti kebanyakan anjing, Chiki akan menyalak garang ketika ada tamu. Tapi, ketika kami datang membukakan pintu, dan ketika tamu sudah masuk ke dalam rumah, Chiki akan kembali diam. Untuk beberapa orang yang cukup sering datang, seperti murid les keluarga kami, Chiki bahkan tidak menyalak. Cukup sering murid2 yang sudah lama bisa masuk ke dalam rumah, tanpa kami mendengar Chiki menyalak.

Mainan favorit Chiki adalah Bola Tenis. Setiap kali kami atau orang2 yang sudah sering datang memainkan bola tenis, Chiki pasti akan segera datang dan mengejar bola tenis tersebut. Kalau sudah tertangkap, jangan harap bisa mengambil bola tersebut, karena akan dijaga dengan geraman dan pamer taring. Setelah melahirkan 4 anak anjing, Chiki pun tidak terlalu berminat lagi dengan permainan bola tenis ini.

Kepintaran Chiki yang lain adalah dalam hal berburu kecoa, cicak dan tikus. Coba saja sebut kata “Kecoa”, “Cicak” atau “Tikus”, Chiki akan langsung melompat dari tidurnya, datang, dan melihat ke arah yang ditunjuk. Sukses mendapatkan buruannya, Chiki akan duduk disampingnya, menjaga hasil buruannya dengan, lagi-lagi, geraman dan pamer taring.

Ada 2 aktifitas favorit Chiki: Berjemur dan duduk diatas meja di teras rumah. Dengan warna bulu-nya yang hitam gelap, badannya akan sangat panas dalam waktu singkat. Kalau merasa sudah cukup, Chiki akan pindah, melompat ke atas meja teras, dan duduk disana, mengamati orang lalu lalang.

Di beberapa bulan terakhir, waktu akhirnya mulai mengalahkan Chiki. Chiki tidak selincah dulu, dan perlahan-lahan kehilangan pendengaran, dan penglihatan seiring bertambahnya usia. Chiki juga sepertinya sering mengalami halusinasi, terutama di malam hari. Sering dia menggedor pintu kamar untuk masuk, dan 5 menit kemundian menggedor untuk keluar.

Dan di hari terakhirnya, Chiki seperti kembali mendapatkan kesadarannya. Perlahan-lahan, dia berjalan keluar rumah menuju pintu pagar untuk pergi. Karena pagar di kunci, dia akhirnya berbaring di dekat pagar, dan tidur untuk selama-lamanya. Di akhir usianya, Chiki masih seekor anjing pintar yang tidak pernah mau menyusahkan kami sekeluarga.

“Selamat jalan Chiki, you’ve completed the circle of life. You were born, give birth and finally, complete the mission in this world. You will always be in the hart of our family”

Chiki (Sep 1998 - 19 Aug 2011) Photographed in 29 June 2003


Menurut saya, human embriyogenesis adalah hal yang paling membuat manusia paling mendekati Tuhan. Yap, it is the creation of LIFE! It is magical. And it is so beyond this world.

And we are going to have a baby 😀

Keajaiban ini dimulai pada saat sebuah sel telur dibuahi oleh sel sperma. Gabungan kedua sel ini, yang berukuran sangat kecil, memiliki informasi yang lengkap untuk menjadi sebuah manusia. Jenis kelamin, dan semua instruksi untuk membentuk otak, tangan, kaki, mata, dan bagian-bagian tubuh lainnya. Informasi yang bahkan ilmuwan dengan superkomputer yang sangat canggih masih belum bisa mempelajari secara utuh.

Hasil pemeriksaan oleh dokter menunjukkan bahwa embrio anak kami saat ini berusia 9 minggu. Dan hanya membutuhkan 9 minggu untuk menciptakan tangan, kaki dan mata. Jantung dan Otak? Kedua organ tersebut bahkan sudah tercipta beberapa minggu sebelumnya. Jantung anak kami saat ini berdenyut 180 detak per menit.

Terima Kasih ya Tuhan, atas keajaiban ini. Kami mohon berkatMu atas anak titipanmu, semoga Engkau berikan apa yang terbaik menurutMu. Dan untuk teman-teman yang sedang hamil, nikmatilah keajaiban ini, seperti kami menikmatinya

Kalau saya disuruh menggambarkan tahun 2010 dalam sebuah kata, kata itu adalah: SANTAI. Tahun 2006-2008 saya sibuk dengan kuliah, tahun 2009 sibuk dengan cari rumah, pindah kerja dan persiapan nikah. Tahun 2010, mungkin juga karena pengaruh pernikahan di bulan January, kami lalui dengan SANTAI. Yah, bisa disebut whole year honeymoon deh.

Tapi jangan salah. Seperti mungkin kebanyakan orang kami tetap merasa kalau tahun 2010 ini berlalu sangat cepat, bahkan terlalu cepat. Time flies when you have fun, seperti yang kami lakukan di tahun 2010 ini. Setelah menikah, kami menikmati saat-saat dimana kami masih terus liburan bersama, merencanakan desain interior rumah kami, yang akhirnya selesai di akhir tahun 2010 ini, masak dan makan malam bersama, dan berolahraga bersama.

So, what is in 2011? Waktunya untuk melanjutkan mengubah mimpi kami menjadi kenyataan. Kami masih punya mimpi untuk tinggal dan bekerja di luar Indonesia. Alasannya bukan untuk melarikan diri dari Jakarta yang semakin macet dan banjir, atau Indonesia yang semakin tidak jelas. Tapi semata-mata, kami ingin mendapatkan pengalaman baru untuk diceritakan kepada anak-cucu kami.

Hal kedua adalah Travel Writer. Ini adalah mimpi lama saya dan entah kenapa, tahun 2010 ini saya mendapat angin segar dan merasa bahwa travel writer ini sangat bisa dijadikan pilihan untuk pensiun dari dunia Corporate Slave. Bulan February saya diterima dalam program Blogsherpa dari Lonely Planet. Ini artinya, isi dari blog saya akan di-aggregate di website Lonely Planet. Cool, huh? Dan blog saya pada tahun ini tumbuh lebih dari 2 kali lipat dari sisi jumlah pengunjung. Tahun ini, saya mentargetkan untuk mendapatkan 200 pengunjung per hari.

Ketiga, untuk ikut lomba lari. Saya, yang dulunya adalah pelari treadmill yang tidak pernah bisa lari lebih dari 7km, telah menyelesaikan 10k di taman kota BSD, dan 8k di tanjakan perumahan Sentul. OK, 5k race might be too easy, and Marathon might be a more longer term, jadi untuk tahun ini goal saya adalah untuk ikut dan menyelasikan lomba lari 10 km.

Dan yang terakhir adalah, to have fun and to inspire people. Happy New Year 2011, and wish you another fun and inspiring year

“Soalnya gua butuh uang”, seorang teman berkata. “Siapa sih yang nggak”, jawab saya sambil ketawa. Well, who doesn’t need money, right? “Makanya gua mau lembur di hari Sabtu, duitnya lumayan”, jawaban teman saya, yang membuat saya terdiam.

Teman saya ini seorang keluarga muda, dengan anak yang berusia kurang dari setahun. Kami bekerja di kantor yang sama, dan karena kami memegang jabatan yang kurang lebih sama, saya yakin bahwa teman saya ini tidak berkekurangan untuk membeli susu, membeli makanan, atau sekedar untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang cukup memadai pada saatnya nanti.

Teman saya pun melanjutkan: “Iya gua mau DP rumah”. Yap. That’s a very valid reason for working extra hard to earn more cash. Been there, done that.

“Tapi, kapan lu ketemu anak istri? Lu kan masih punya bayi kecil?”, jawab saya terheran. Kalau saya di posisi dia, pasti saya memilih untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga. “Yah, mau gimana lagi? Gua udah punya kalkulasi kalau mau punya anak 3, jadi perlu rumah seberapa besar, dan berapa total uang yang dibutuhkan. Dan sampai saat ini, jumlah uang yang dibutuhkan masih jauh”, teman saya menjawab.

Saya menarik nafas panjang. Apakah dengan membeli rumah idaman, dengan kamar mewah seperti kamar hotel bintang 5 sudah cukup untuk anak kita? Apakah dengan menyekolahkan mereka ke sekolah terbaik dan termahal di dunia akan membuat anak kita merasa puas? Apakah memang sebuah keluarga cukup dibangun dengan satuan UANG? Apakah uang menjadi tujuan akhir?

Ada beberapa orang yang saya tahu sangat bekecukupan, bahkan berkelebihan. Dengan bekerja paruh waktu sebagai guru les privat sewaktu kuliah memberikan kesempatan saya untuk mendengarkan keluh kesah dari anak-anak dari keluarga yang berkelebihan ini, yang bersekolah di sekolah ternama yang cukup mahal, yang mungkin kamarnya 2 kali ukuran kamar saya, yang setiap datang & pulang diantar dengan mobil yang mahal. Dan yang dikeluhkan anak-anak ini adalah: Orang tua tidak pernah cukup waktu dengan mereka.

Sejak kecil, mereka diasuh oleh pembantu. Pergi sekolah diantar supir, pulang dijemput supir, makan disiapkan pembantu, dan belajar bersama guru les privat seperti saya ini. Orang tua? Yah, memberikan uang jajan, mengambil rapor, melarang ini itu.

Sayangnya, uang sebanyak apapun tidak bisa membeli waktu yang telah lewat. Kita tidak bisa mengulang waktu anak kita pertama kali mulai berjalan, yang mungkin saja terjadi waktu teman saya ini sedang lembur di hari Sabtu. Atau saat anak kita mulai bicara. Atau makan malam bersama istri tersayang, sambil melakukan pembicaraan-pembicaraan yang menghibur.

Everything need money, but money is not everything. When money become the end result, one day we will be wondering, where is time? What has happen in the world out there?

With first handover scheduled in less than 2 weeks, the workers has started to attach the door to the frame. Almost all of the doors completed, except for the handle and lock. We even have our bathroom door attached

Walking to the en-suite bathroom for the master bedroom, they have fixed the shower. We can also see the ceiling fan attached and functional, and so does most of the light across the house

We’re counting down now, 11 days before the first deadline. And we’ve started measuring the kitchen set 😀

One of the best progress in the last 3 weeks is: Floor Tiling. Yep… they finally have started the floor tiling. Starting is probably an understatement, since it is almost finish – I would say around 90%. It is a pity though to ask them to remove some part of it, for we have informed them about our plan for parquet flooring.

Apparently they’ve changed to new contractor, which might explain our slow progress in the last couple of months. I was greeted by Pak Marwan, the new contractor. “We expect to finish the house in 1 month”, which trigger a wide smile on our face.

At the front of the house, work has progressed to prepare the car port. Soon, not only that we can parked our car in front of the house, but also we can park inside our own car port. Another worker is also working at our front pillar

And finally the backyard! Finally, they have land-filled the previously empty land. And for the first time in a couple of month, I’m back walking on the backyard.

One hour later, we stand at our soon-to-be dining room. The sky is clear, and wind is blowing through the open space of the house, blowing our mind away into the future. We will have our dream fulfilled in 8 months: Celebrating Christmas in our new lovely house…